1. Apa Itu Hadis?
Hadis (sering juga ditulis hadist, tetapi penulisan yang benar adalah hadis) adalah segala sesuatu yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa:
-
perkataan Nabi (qauli)
-
perbuatan Nabi (fi’li)
-
persetujuan Nabi (taqriri)
-
sifat atau ciri-ciri Nabi (shifati/khulqi dan khalqi)
Hadis menjadi pedoman penting bagi umat Islam setelah Al-Qur’an. Jika Al-Qur’an adalah sumber utama ajaran Islam, maka hadis adalah sumber kedua yang menjelaskan dan memperinci isi Al-Qur’an.
2. Hadis Menurut Bahasa dan Istilah
a. Hadis Menurut Bahasa
Secara bahasa (etimologi), kata hadis berasal dari bahasa Arab:
الحديث (al-hadīts)
yang berarti:
-
sesuatu yang baru
-
berita
-
cerita
-
percakapan
-
kabar
Karena hadis berisi “kabar atau berita” tentang Nabi, maka disebut hadis.
b. Hadis Menurut Istilah
Menurut istilah, hadis adalah:
segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, berupa perkataan, perbuatan, ketetapan, dan sifat beliau, yang dijadikan pedoman hidup umat Islam.
3. Perbedaan Hadis dan Sunnah
Banyak orang menganggap hadis dan sunnah sama, tetapi sebenarnya ada perbedaan kecil:
-
Hadis: berita atau riwayat tentang Nabi SAW.
-
Sunnah: jalan hidup atau kebiasaan Nabi yang menjadi contoh.
Namun dalam kehidupan sehari-hari, keduanya sering digunakan dengan arti yang sama.
4. Fungsi Hadis dalam Islam
Hadis memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu:
a. Menjelaskan Isi Al-Qur’an
Banyak ayat Al-Qur’an yang masih bersifat umum. Hadis berfungsi menjelaskan secara rinci.
Contoh:
-
Al-Qur’an memerintahkan salat, tetapi tidak menjelaskan detail gerakannya.
-
Hadis menjelaskan tata cara salat, jumlah rakaat, bacaan, dan lain-lain.
b. Menguatkan Hukum dalam Al-Qur’an
Hadis dapat memperkuat perintah atau larangan yang ada dalam Al-Qur’an.
c. Menetapkan Hukum Baru
Ada beberapa hukum Islam yang tidak disebutkan langsung dalam Al-Qur’an, tetapi dijelaskan dalam hadis.
Contoh:
-
larangan memakai emas bagi laki-laki
-
aturan tertentu dalam muamalah
d. Menjadi Teladan Akhlak
Hadis juga berisi contoh akhlak Nabi SAW, seperti:
-
jujur
-
sabar
-
adil
-
rendah hati
-
penyayang
5. Macam-macam Hadis Berdasarkan Bentuknya
Hadis dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan isinya:
a. Hadis Qauli
Hadis yang berupa perkataan Nabi SAW.
Contoh: sabda Nabi tentang keutamaan ilmu.
b. Hadis Fi’li
Hadis yang berupa perbuatan Nabi SAW.
Contoh: cara Nabi melaksanakan salat, wudhu, puasa, haji.
c. Hadis Taqriri
Hadis yang berupa persetujuan Nabi SAW terhadap perbuatan sahabat.
Contoh: Nabi tidak melarang perbuatan sahabat tertentu, berarti beliau membenarkannya.
d. Hadis Shifati
Hadis yang menjelaskan sifat Nabi SAW, baik:
-
sifat fisik (rupa)
-
sifat akhlak (perilaku)
6. Unsur-unsur dalam Hadis
Hadis memiliki dua bagian utama:
a. Sanad
Sanad adalah rantai periwayat hadis, yaitu siapa saja yang meriwayatkan hadis dari Nabi SAW sampai kepada pencatat hadis.
b. Matan
Matan adalah isi atau teks hadis.
7. Kedudukan Hadis dalam Islam
Hadis memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena:
-
menjadi sumber hukum Islam setelah Al-Qur’an
-
menjadi pedoman hidup bagi umat Islam
-
menjadi penjelas dan pelengkap ajaran Islam
Tanpa hadis, banyak ajaran Islam yang tidak bisa dipahami secara lengkap.
KESIMPULAN
Hadis adalah segala sesuatu yang berasal dari Nabi Muhammad SAW berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat beliau. Hadis berfungsi sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an, yang menjelaskan, memperinci, dan melengkapi hukum-hukum Islam serta menjadi teladan bagi umat manusia.