Pada suatu hari di hutan, hiduplah seekor Kancil yang terkenal sangat cerdik. Semua hewan di hutan sering dibuat kagum sekaligus kesal oleh akalnya yang licik.
Suatu musim kemarau, sungai menjadi satu-satunya sumber air. Namun, di sungai itu tinggal banyak Buaya yang siap memangsa siapa saja yang mendekat. Kancil ingin menyeberang sungai, tetapi ia tahu itu sangat berbahaya.
Dengan cerdiknya, Kancil mendapat ide. Ia memanggil para buaya dan berkata bahwa ia mendapat perintah dari raja hutan untuk menghitung jumlah buaya di sungai. Para buaya yang penasaran langsung berbaris dari satu sisi ke sisi lain.
Kancil kemudian melompat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya sambil pura-pura menghitung, “Satu, dua, tiga…” hingga akhirnya ia berhasil sampai ke seberang sungai dengan selamat.
Setelah sampai, Kancil tertawa dan berkata bahwa ia hanya menipu para buaya agar bisa menyeberang. Para buaya pun marah karena merasa dibohongi, tetapi semuanya sudah terlambat.
Pesan moral: Kecerdikan bisa membantu kita keluar dari masalah, tetapi sebaiknya tidak digunakan untuk menipu or
ang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar